Lewotana Blog

Wisata Sejarah Di Kota Renha Rosari

Wisata Sejarah Di Kota Renha Rosari – Larantuka Kota Renha Rosari, sebuah kecamatan kecil di Flores Timur, NTT ternyata menyimpan potensi wisata sejarah maupun wisata religi. Di tempat ini setiap tahunnya diselenggarakan tradisi Semana Santa dalam rangka perayaan Paskah.

Semana Santa merupakan ritual peninggalan Portugis yang memadukan agama Katolik dan adat Larantuka. Penduduk Larantuka dari generasi ke generasi telah melaksanakan Semana Santa selama 500 tahun. Di Flores budayanya berbeda-beda, potensi wisatanya juga beda.  Bisa jadi satu daerah kental dengan aspek petualangan atau alam dan wista sejarahnya. Sedangkan untuk Larantuka, memiliki potensi wisata dengan kehidupan masyarakat yang agraris dan adatnya yang kental. Tapi selama ini daya tarik utama memang baru perayaan Paskah itu. Acara ini tapi sifatnya musiman, hanya ada setahun sekali.

Kenapa Larantuka disebut Kota Renha Rosari? Reinha Rosari adalah terjemahan dari bahasa latin yang berarti Bunda Berdukacita, yang mana asal mula ditemukannya Tuan Ma (Patung Bunda Maria) oleh warga setempat di pantai Kebis tempat dilalui peziarah setiap tahunnya. Umat Katolik Larantuka berkeyakinan Patung Tuan Ma dihadiahkan imam Dominikan (Rohaniwan Katolik) asal Portugis bagi warga Larantuka yang baru memeluk agama Katolik pada abad ke-16.

Peristiwa dan sejarah masa silam kehadiran Tuan Ma (Bunda Maria) di Pantai Kebis-Larantuka meninggalkan jejak yang sampai saat ini tetap dilestarikan. Peristiwa sejarah tersebut berawal dari Perjumpaan seorang Rasiona dengan seorang gadis yang berparas sangat cantik di bibir pantai Kebis. Dalam perjumpaan ini Si Gadis Cantik meninggalkan tulisan di atas pasir yang sangat bermakna bagi umat Katolik “Ratu Reinha Rosari” sesaat kemudian Si Gadis Cantik itu berubah wujud menjadi patung Bunda Maria.

Peristiwa tersebut selanjutnya oleh seorang Misonaris Dominikan yang melakukan tugas Misonarisnya di Bumi Lewotana ini menterjemahkanya tulisan di atas pasir tersebut dalam tiga kata yang artinya Ratu Reinha Rosari. Melalui tulisan itu, sang misionaris tahu ternyata Bunda Maria telah mendahuluinya ke bumi Lamaholot untuk menanamkan benih iman Katolik bagi segenap penghuni bumi Lamaholot ini.

Sejarah Larantuka Kota Renha Rosari – Kota Larantuka Dilindungi Bunda Berdukacita

Pada tanggal 16 mei 1621, empat buah kapal perang Belanda diikuti 17 buah perahu pribumi non Katolik melakukan penembakan terhadap Larantuka selama dua jam lamanya, sehingga penduduk melarikan diri ke hutan. Pater Luis de Andrada sebagai Pastor Paroki, memikul tanggung jawab besar untuk menyelamatkan Kota Larantuka sebagai Pusat Misi Katolik saat itu. Sebuah mukjizat pun terjadi!! Pasukan Belanda dan Sekutunya berhasil ditumpas.

Melalui peristiwa itu orang Katolik di Larantuka dan sekitarnya menyadari, dan dengan penuh kesadaran mereka mengangkat hati kepada Tuhan dan menyerahkan keselamatan hidupnya di bawah perlindungan Bunda Maria Reinha Rosari.

Patung Renha Rosari

Patung Renha Rosari - Patung Selamat Datang Kota Larantuka

Sedangkan pada tanggal 20 Januari 1641 terjadi penyerangan yang bermula dari jatuhnya Malaka ke tangan Belanda yang menyebabkan Portugis mulai terdesak. Raja Tella muncul di Larantuka yang dengan sebuah armada yang terdiri dari 150 buah perahu dan kira-kira 6000 prajurit. Dia menuntut Pater Antonio de S. Jacinto dan Kapitan Fransiskus Fernandez untuk melakukan perundingan, namun perudingan ditolak dan menyebabkan Raja Tella marah, dan memusnahkan Kota Larantuka dengan pedang dan api.

Kejadian itu menyebabkan pendududk Larantuka melarikan diri ke hutan dan menyaksikan peristiwa kehancuran kotanya. Melihat hal itu Pater Jacinto (seorang misionaris ) membangkitkan semangat keberanian penduduk dan mengajak mereka untuk menyerang musuh dengan keyakinan akan bantuan Ilahi. Dengan kemarahan yang berkobar-kobar san semangat yang berlipat ganda, mereka menyerbu ke dalam Kota dan mengahantam kekuatan musuh yang besar. Mengejutkan!!! Musuh akhirnya terpukul mundur, dan melarikan diri ke Timor dengan meninggalkan lebih dari 300 prajuritnya yang tewas. Sekali lagi Kota Larantuka diselamatkan dan umat merasakan suatu keajaiban kembali terjadi di Kotanya. Penuh rasa syukur umat berkumpul dan berarak dan pada hari itu juga mereka menyerahkan Kota Larantuka kepada Perlindungan Bunda Maria, Reinha Rosari

Pada tahun 1887 Raja Larantuka Raja Don Lorenzo II DVG (dalam sistem kerajaan), menyerahkan kerajaan Larantuka kepada Bunda Maria dan tepatnya pada tanggal 8 september 1888 telah meletakan tongkat kerajaan Larantuka ke altar Bunda Maria.

Menurut masyarakat setempat (Desa Riangkemie), pada jaman penjajahan Belanda, puluhan pesawat tempur milik Belanda ingin menghancurkan kota Larantuka. Mereka sadar bahwa peralatan yang merek miliki tidak bisa melawan senjata canggih milik Belanda.

Masyarakat hanya bisa berdoa, memohon perlindngan dan bantuan kepada Allah serta bunda pelindung Kota Larantuka Renha Rosari. Sungguh mikjizat, semula Kota Larantuka yang terlihat jelas, konon tertutup kabut sehingga pesawat tempur Belanda tidak bisa menemukan secara pasti letak Kota Larantuka. yang terlihat hanya atap gereja paroki Riang Kemie, dan pesawat tempur Belanda melesatkan peluru. Sekali lagi mukjizat Gereja paroki Riang Kemie tidak terkena hantaman peluru. Sisa peluru masih tertancap di halaman gereja Riang Kemie sampai sekarang.

Mengemas Wisata Di Kota Renha Rosari

Mengemas Flores Timur (Flotim) terkhusus Kota Larantuka dalam satu paket wisata bukan merupakan hal yang mustahil. Wilayah ini memiliki beragam potensi wisata, baik wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi maupun wisata alam yang memikat hati. Tidak cuma itu, topografi daerahnya berbukit terjal, gunung-gunungnya seperti mendadak muncul dipermukaan laut. Kota dan desanya bertengger di tepi pantai atau di lereng nan terjal. Semua ini memanjakan mata siapapun yang berkunjung ke wilayah ini.

Larantuka sebagai kota tua yang berhadapan dengan Adonara dan Solor membuatnya elok bagai sebuah kota pelabuhan di tepi danau. Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Flores Timur, Larantuka terus berupaya menata diri dengan tidak meninggalkan kekhasan budaya Lamaholot. Sentuhan budaya Romawi, Portugis dan Melayu dipadu dengan religiositas Kristiani, memberikan kesan dan kenangan indah bagi setiap orang yang berkunjung.

Penginapan Dan Makanan Di Kota Larantuka

Jika ingin berwisata mengelilingi Kota Larantuka, tidak cukup satu hari saja. Ada fasilitas penginapan yang tarif permalam relatif murah mulai harga Rp.100.000 sampai Rp.350.000. Wisata sejarah di Kota Renha akan terlihat jelas ketika perayaan Jumat Agung. Berikut beberapa daftar hotel dan penginapan yang bisa dijadikan acuan ketika Anda berwisata di Kota Larantuka :

  • Hotel Asa – Weri
  • Hotel Sunrise – Weri
  • Hotel Pelangi – daerah Pasar Baru/Pasar Impres
  • Flores Cottage – daerah Pasar Baru/Pasar Impres
  • Hotel Rolis – daerah Kapela Tuan Ana
  • Hotel Tresna – daerah Kapela Tuan Ana
  • Hotel Shallom – daerah Kapela Tuan Ana

Bagi Ada yang ingin mengunjungi Larantuka sebagai alternatif wisata, tidak perlu dipusingkan masalah makanan. Meskipun mayoritas penduduk Larantuka penganut Kristiani, namun banyak pula yang non Kristiani. Jadi banyak rumah makan yang menyediakan menu masakan dengan lebel khalal. Sebagai alternatif Anda bisa datang ke Lapangan Lokea, tepatnya didepan Rumah Dinas Bupati Flores Timur dan Kantor DPRD II Gelekat Lewo. Di lapangan Lokea Anda bisa mendapatkan makanan seperti halnya di daerah Jawa, seperti baso, sate, gulai kambing yang mayoritas pedagangnya adalah pendatang dari Jawa.

Akses Menuju Kota Larantuka

Jika sobat ingin berwisata ke kota Larantuka, 4 hari yang diperlukan untuk tiba di Larantuka jika menggunakan kapal laut bila naik melalui pelabuhan tanjung Benoa-Bali. Sobat akan turun langsung di daratan Larantuka (Pelabuhan Larantuka). Bila sobat punya modal lebih sobat bisa naik pesawat dan turun di Maumere, dari Kota Maumere diperlukan waktu 3 jam untuk sampai di Kota Larantuka via sepeda motor, jika menggunakan bis perlu waktu sekitar 5 jam.

Galeri Foto Wisata Di Kota Renha Rosari

Patung Selamat Datang Kota Larantuka

Patung Selamat Datang Kota Larantuka

 

Patung Herman Fernandes

Herman Fernandes Pahlawan Dari Flores Timur

Kapela Tuan Ana

Kapela Tuan Ana

Patung Mater Dolorosa

Patung Mater Dolorosa-Bunda Berduka Cita

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Blog Wisata Sejarah yang diadakan oleh Komunitas Bloger Kota Malang

Lomba Blog Wisata Sejarah  - 4th Bloggerngalam XL Axiata

13 Comments »

  1. TEAK 123 best teak garden furniture manufacturer wholesale in Indonesia Said,

    Desember 17, 2011@ 10:32 am      Reply

    Lomba nih gan, ane pingin ikutan ……

  2. iwan sumantri Said,

    Januari 1, 2012@ 4:48 am      Reply

    Tulisan yang bermanfaat…sukses buat semuanya !
    Salam kenal dari one sm
    http://iwansmtri.blogspot.com/2011/12/ada-ilmu-matematika-di-obyek-wisata.html

  3. Sekolah Manajemen Perhotelan IHS Said,

    Januari 3, 2012@ 4:43 am      Reply

    benar-benar sob, ritual tahunan setiap paskah aku juga sering ikut

  4. sawali tuhusetya Said,

    Januari 4, 2012@ 1:20 am      Reply

    saya bener2 baru tahu kalau Larantuka disebut Kota Renha Rosari. sebuah informasi yang amat penting dan bermanfaat. terima kasih share infonya.

  5. nengbiker Said,

    Januari 4, 2012@ 4:44 am      Reply

    kayaknya adeeem di sana.

  6. oca Said,

    Januari 4, 2012@ 6:04 am      Reply

    oh…. akhirnya ada juga yang menulis tentang kotaku Larantuka. Aku Cinta Larantuka, meski banyakorang menganggap gersang,panas, kota kecil, tapi Larantuka adalah Lewotana ku. btw aku dari Desa Riang Kemie lho……. Thxs ya Gereja Riang Kemie ikut disebut juga. Semoga sukses lombanya

  7. djack Said,

    Januari 4, 2012@ 6:08 am      Reply

    kalo mo jalan kesana perlu ongkos berapa ya…..?

  8. blogwerutech Said,

    Januari 4, 2012@ 6:10 am      Reply

    nama blognya pake bahasa nagi….., ane juga gan…., blog ane pake nama pantai di daerah Waimana. btw thank udah pasang link blog ane

  9. Hafis Alrafi Said,

    Januari 4, 2012@ 10:55 am      Reply

    kunjungan balik…..dari wisata sejarah di kotya bukittinggi yang terlupakan….nice info :)

  10. yenikunkun Said,

    Januari 4, 2012@ 2:48 pm      Reply

    kunjungan balik gan

  11. Zilko Said,

    Januari 4, 2012@ 4:00 pm      Reply

    Melihat background-nya, sepertinya kota ini memang cukup cocok untuk wisata religi ya :)

  12. Balun Patigolo Lelebala Said,

    Maret 21, 2012@ 7:02 am      Reply

    Bunda selalu bersama kita sekalian yang selalu yakin akan kasih sayang ibu pada anak2nya.
    klw kesana gan bisa lewat laut atau udara.
    klw lewat udara bisa ke kupang ongkosnya mungkin bisa +/_700an ribu baru lewat laut pake kapal feri biasanya hari minggu dan kamis (+/_100 ribuan).
    atau pake pesawat ke maumere flores harga tiketnya sy kurang tau, baru naik bis ke larantuka(70ribuan)..


RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment